Alhamdulillaahirabbil ‘alamin… sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Shalawat serta salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tak pernah lelah dan letih mendakwahkan Islam sehingga kita semua sampai saat ini masih bisa merasakan nikmat yang sebenar-benarnya nikmat yakni nikmat Islam.
Sabtu, 30 Juli 2011
Sabtu, 16 Juli 2011
Muslim Dilarang Membebek
Bismilahirrahmanirrahiim . ,
Alhamdulillaahirabbil ‘alamin… sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Shalawat serta salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tak pernah lelah dan letih mendakwahkan Islam sehingga kita semua sampai saat ini masih bisa merasakan nikmat yang sebenar-benarnya nikmat yakni nikmat Islam.
Pagi itu mentari bersinar dengan cantiknya, suasana dingin dan berembun membuat saya enggan menyentuh air (males mandi) dan bawaannya pengen menghangatkan diri di dalam selimut dengan ditemani oleh segelas the hangat, nyummyy . , ,. Tapi sudahlah itu semua tidak penting, karena sebenarnya kisah ini berawal pada malam harinya pada saat saya nonton berita di TV, entah kenapa setiap berita yg saya tonton dari zaman dulu sampai sekarang pasti ada tentang masalah yg dialami negeri ini. Mulia dari harga permen naik sampai masalah politik negeri yang gak bener di negeri ini. Dari dalam hatipun terbesit pertanyaan “harga pisang goreng ikut naik gk ?”, haha Just kidding, pertanyaannya adalah “Kenapa masalah di negeri ini tak ada habis-habisnya ?”.
Untuk memuaskan akal, saya pun mencoba mencari jawabannya. Dan setelah berfikir mencari-cari jawabannya akhirnya saya terdampar di sebuah slide yang berjudul “View of Life”. Mungkin teman-teman yg sudah pernah ikut BILT (Basic Islamic Leadership Training) sudah tahu tentang cerita “Negeri Bebek”, bagi yg belum prnah ikut jangan kecewa, ikut aja BILT selanjutnya di kota anda (khususnya daerah Banjarbaru), hehe , .
Minggu, 26 Juni 2011
Metamorfosis
Menjadi karanglah meski itu tidak mudah.
Sebab ia akan menahan sengat sinar mentari yang garang.
Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Melawan bayu yang keras menghembus.
Dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan.
Sebab keteguhannya akan menahan hempasan badai yang datang mengerus terus menerus.
ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.
ia akan berdiri tegak berhari – hari, bertahun tahun berabad – abad tanpa rasa jemu dan bosan.
Sebab ia akan menahan sengat sinar mentari yang garang.
Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Melawan bayu yang keras menghembus.
Dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan.
Sebab keteguhannya akan menahan hempasan badai yang datang mengerus terus menerus.
ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.
ia akan berdiri tegak berhari – hari, bertahun tahun berabad – abad tanpa rasa jemu dan bosan.
Jumat, 06 Mei 2011
Be 100%
Bismilahirrahmanirrahiim . ,
Alhamdulillaahirabbil ‘alamin… sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Shalawat serta salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tak pernah lelah dan letih mendakwahkan Islam sehingga kita semua sampai saat ini masih bisa merasakan nikmat yang sebenar-benarnya nikmat yakni nikmat Islam.
Di saat tugas kuliah maksa untuk minta dikerjain, di saat masih banyak amanah yang masih belum dilaksanakan, di saat nilai mid banyak anjlok, di saat pulus di dompet tinggal beberapa lembar, di saat kamar berantakan dan di saat teman satu kontrakan saya teriak-teriak gara-gara helmnya di curi orang(gk penting banget). Entah kenapa malam ini saya tiba2 aja pengen nulis, padahal saya gk bisa nulis dan belum pernah nulis sebelumnya. Tapi karena teringat perkataan seorang sahabat yg sangat memotivasi “ketika kamu mengatakan tidak bisa, maka saat itu juga kamu gagal”. Maka dengan bermodalkan kekuatan tekad, reperensi-reperensi serta sedikit tips menulis dari sahabat-sahabat lainnya, saya beranikan untuk mulai menuangkan isi kepala saya melalui tulisan perdana saya ini. Dan bagaimanapun jeleknya hasil tulisan ini, saya gk peduli, yg penting saya nulis. Lagi-lagi mengutip perkataan sahabat saya tadi “Pelaut ulung tidak terlahir di lautan yg tenang”, jadi bagi anda-anda sekalian yg ingin mengkritik tulisan ini, monggoo . ,silakan.
Langganan:
Postingan (Atom)


